Hubungi kami : (0298) 321013 | Email : admin@stieama.ac.id

[whatsapp_button id="3712"]

STIE AMA Buka Kelas Kerja Sama



||Bangun Gedung Lima Lantai

Peletakan Batu Pertama : Ketua Pengawas Yayasan Pendidikan Salatiga, Titik Indarti(tengah) bersama dosen STIE AMA, pengurus yayasan, meletakkan batu pertamapembangunan gedung baru lima lantai di Kampus Jl. Diponegoro No. 39(38)

Salatiga – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AMA Salatiga mulai menggelar program kelas kerja sama dengan berbagai perusahaan dan lembaga keuangan di beberapa daerah di sekitar Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang, yang jauh dari jangkauan perguruan tinggi. Program yang diminati kelas kerja sama itu diantaranya D3 Manajemen dan S1 Manajemen. Dua kelas kerjasama telah jalan dengan sejumlah perusahaan di Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, dan di Kecamatan Kedungjati Kabupaten Grobogan. “Kami Berterima kasih karena adanya kelas kerjasama dengan beberapa lembaga tersebut, membuktikan bahwa kepercayaan terhadap STIE AMA sangat tinggi, sebagai pelaksana perkuliahan,” kata Plt Ketua STIE AMA, Joko Pramono, setelah upacara peletakan baru pertama rencana pembangunan gedung lima lantai di kampus Jl. Diponegoro Salatiga, kemarin. Menurutnya, kelas kerja sama juga untuk jurusan lainnya seperti Akuntansi dan Keuangan. Saat ini jumlah mahasiswa STIE AMA Salatiga tidak kurang dari 1000 orang. Dengan jumlah mahasiswa yang terus berkembang, maka dibutuhkan tambahan ruang kelas. “Untuk itu dibangun gedung baru lima lantai dengan nilai sekitar Rp 9 miliar. Rencananya pada tahun ajaran mendatang, gedung tersebut sudah dapat digunakan,” jelas Joko Pramono didampingi Hardi Utomo, Pembantu Ketua II Bidang Keuangan, Kerjasama dan SDM.

Tambah Ruang

Adapun peletakan batu pertama dilakukan Titik Indarti, Ketua Pengawas Yayasan Pendidikan Salatiga, yang membawahi STIE AMA Salatiga. Menurut Titik, pembangnan gedung baru merupakan sebuah kebutuhan dalam rangka menambah jumlah ruang kelas dan ruang pertemuan. STIE AMA Salatiga dirintis pada awal tahun 1980-an oleh sejumlah tokoh di Kota Salatiga, diantaranya Wali Kota Salatiga, Djoko Santoso, Letkol C Soetrisno(DPRD Salatiga), Imam Sutikno(Ketua PN Salatiga), Soejono(Sekda Salatiga), Soetomo(akademisi). Kemudian dibentuk Yayasan Pendidikan Salatiga dengan ketua Djoko Santoso. Dalam perkembangannya, STIE AMA tidak lepas kepengurusan dari pejabat di Pemkot Salatiga. Tujuan Lembaga pendidikan yang dibentuk memfasilitasi masyarakat Kota Salatiga berlatar belakang ekonomi lemah agar dapat melanjutkan kuliah(H2-38).

 

Sumber : Suara Merdeka edisi Selasa, 05 September 2017

Jangan lupa bagikan :)

Tinggalkan komentar

X